Prasinkop pada RBBB: Apa yang harus dilakukan?

Authors

  • Yoga Yuniadi Divisi Aritmia, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskuler FKUI dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jl S Parman Kav 87 Jakarta 11420

DOI:

https://doi.org/10.30701/ijc.v30i2.169

Abstract

Seorang pria, 65 tahun datang ke poli aritmia dengan keluhan sering melayang serasa mau jatuh. Pemeriksaan fisik menunjukkan tekanan darah yang tinggi, sedang-kan pemeriksaan lain dalam batas normal. Rekaman EKG memperlihatkan gambaran di bawah ini:



Apa kemungkinan penyebab presinkop pada pasien ini? Dapatkah gambaran EKG di atas memberikan dugaan kausa presinkop?

Downloads

Download data is not yet available.

References

Wiberg TA, Richman HG, Gobel FL. The significance and prognosis of chronic bifascicular block. Chest. 1977; 71: 329-34

Epstein AE, DiMarco JP, Ellenbogen KA, dkk. ACC/AHA/HRS 2008 guidelines for device-based therapy of cardiac rhythm abnormalities. J Am Coll Cardiol. 2008; 51: e1-62.

How to Cite

Yuniadi, Y. (2013). Prasinkop pada RBBB: Apa yang harus dilakukan?. Indonesian Journal of Cardiology, 30(2), 89–90. https://doi.org/10.30701/ijc.v30i2.169

Issue

Section

Forum Aritmia

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>